Bertahan Hidup dengan Berkebun

Bertahan hidup. Itulah niat awal kami ketika memulai perjalanan bersama kebuntetangga.samata. Meski tak berasal dari latar belakang pendidikan pertanian, menanam dan mengolah pangan telah menjadi denyut keseharian kami. Sebelum menetap di Gowa, kami pernah mencoba menumbuhkan harapan lewat kebun di Pulau Kapoposang, Pangkep, dan di Desa Mekko, Pulau Adonara, NTT. Dari setiap perjalanan itu, kami memetik pelajaran, satu helai demi satu helai, hingga akhirnya berlabuh di kebuntetangga.samata sebagai wadah untuk menuangkan ilmu dan pengalaman yang telah kami kumpulkan.

Kami tidak berjalan sendirian. Banyak tangan yang bergandengan, banyak hati yang menyumbangkan semangat. Dari individu hingga kelompok, mereka turut membantu, dari membersihkan lahan hingga mengembangkan kebun. Layaknya tanaman yang terus tumbuh, keterampilan dan ilmu kami pun kian terasah. Kebun kami mulai dikenal. Namun, cerita di baliknya adalah mosaik yang penuh warna — dari kegagalan yang mengajarkan rendah hati, keberhasilan yang membangkitkan harapan, hingga uji coba yang menempa keteguhan hati selama tiga tahun terakhir.

Saat pertama memulai dengan membangun Greenhouse Hidroponik

Kami memulai langkah besar dengan mendirikan dua greenhouse untuk hidroponik. Yang satu untuk sayur menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT), dan yang lainnya untuk cabai dengan sistem dutch bucket. Nutrisi AB mix pun kami racik sendiri, sebuah upaya kecil untuk berdikari. Kini, perhatian kami beralih ke sistem pertanian alami yang terpadu, berkolaborasi dengan teman-teman dari Uma Khalifa. Kami bermimpi menciptakan ekosistem berkebun yang holistik, tempat manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan hidup dalam harmoni. Dari pakan ternak yang diolah sendiri, kompos dari bahan organik sekitar kebun, hingga pengumpulan sampah organik dari tempat lain, semuanya kami kelola untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Bahkan hasil panen kami pun diolah tanpa pengawet, mengedepankan keaslian dan kualitas.

Zaman sekarang, menanam dengan keadaan senang adalah suatu kemewahan. Kami percaya bahwa kebahagiaan dalam berkebun tidak hanya hadir dalam hasil panennya, tetapi dalam proses yang dijalani: menyentuh tanah, menanam benih harapan, dan merasakan detak kehidupan dari setiap helai daun yang tumbuh. Karena itu, kami mengundang Anda untuk datang dan mengenali kebun kami lebih dekat. Kebuntetangga.samata adalah ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang untuk menyadari kembali hubungan manusia dengan alam. Mari menanam bersama, dengan hati yang ringan dan jiwa yang senang.

Salah satu kebanggaan kecil kami adalah Teh Telang Sereh. Mulanya, setiap tamu yang berkunjung kami suguhkan minuman hasil tanaman yang kami rawat dan olah sendiri. Tak disangka, teh ini menjadi favorit. Kini, Teh Telang Sereh telah hadir di beberapa kafe di Makassar dan menjadi oleh-oleh khas kebun bagi para pengunjung. Di balik secangkir teh itu, ada cerita panjang tentang tanah, kerja keras, dan cinta yang kami tuangkan untuk kebun ini.